Pembentukan karakter pada Anak Usia Dini

Usia dini merupakan masa kritis pembentukan karakter. Kegagalan penanaman kepribadian yang baik di usia dini akan membentuk pribadi yang bermasalah di masa dewasanya kelak.
Mulai tahun ajaran 2009/2010, KBTKIT Al Uswah menerapkan karakter jujur sebagai karakter yang akan dibangun. Adapun parameter dari karakter jujur meliputi :
Anak terbuka , Anak berterus terang, Anak mengikuti aturan bermain, Anak mengakui kesalahan dan kekurangannya
Apa yang bisa dilakukan untuk membentuk karakter jujur?
1. Menciptakan lingkungan yang kondusif.
Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter jika dapat tumbuh pada lingkungan yang berkarakter sehingga fitrah setiap anak yang dilahirkan suci dapat berkembang secara optimal. Jadilah teladan bagi anak. Jika orang tua belum bisa bersikap jujur, bagaimana dengan anak kita ?
2. Memberikan motivasi pada anak untuk lebih terbuka, berterus terang, mengikuti aturan main sampai mengakui kesalahan ataupun kekurangannya.
Berbagai bentuk motivasi dapat digunakan misal dengan bercerita, bernyanyi, bercakap-cakap dan masih banyak lagi.
3. Memberikan pengertian kepada anak tentang baik buruk, tindakan apa yang harus diambil maupun prioritas-prioritas terhadap hal-hal yang baik.
Dalam istilah pak Jinan (Miftahul Jinan-Trainer Parenting Class) di sebut sebagai Moral Knowing. Anak mengambil uang di atas bufet milik ibu untuk membeli mainan, bukan bermaksud untuk mencuri.. Maka tugas orang tuanya untuk memberi tahu apa yang seharusnya dilakukan anak ketika menginginkan mainan. Setelah anak mengenal nilai-nilai moral yang baik diharapkan anak mempunyai kecintaan terhadap kebajikan dan membenti perbuatan buruk (Anak memiliki moral feeling) dan pada akhirnya anak mampu melakukan kebajikan dan terbiasa untuk melakukannya.
4. Guru maupun orang tua mampu menjadi konsultan pribadi anak.
Bagaimana caranya ? Jadilah pendengar yang baik, tidak menyela pembicaraan, mengganti pernyataan dengan pertanyaan, berempati pada anak dan masalahnya, tidak berkomentar sebelum diminta. Kalaupun berkomentar gunakan komentar yang menyenangkan. Biarkan anak memilih, dan selama pertumbuhan anak, para orang tua selalu membangun kedekatan dan membiasakan berdialog agar anak terbiasa untuk meminta pertimbangan dan nasehat orang tua. Stop menghakimi anak, stop mengungkit-ungkit dan jangan membanding-bandingkan anak, serta jangan gunakan amarah. Marah tidak akan menyelesaikan masalah dengan baik.
Semoga karakter jujur ini mampu melekat pada masing-masing pribadi anak didik kita sehingga mereka nantinya menjadi generasi yang berkualitas yang mampu menjadikan bangsa ini lebih bermartabat. Amiin.

Oleh Karina S.Sos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s